Add to Google! Add to My Yahoo! Subscribe with Bloglines Pluck Add to NewsGator

Archived Posts from “Dul”

Dhani : Sekolah Itu Bukan Sesuatu Yang Wajib

15

June

Bagi pentholan Dewa 19, Ahmad Dhani menjelaskan bahwa sekolah itu bukan sesuatu yang wajib. Karena apa ya?? apa alasan mantan suami Maia ini?? “Sekolah itu bukan kewajiban. Sekolah hanya bagian dari pendidikan tapi bukanlah yang utama. Masyarakat kan sering salah menafsirkan. Dari keluarga saya dan Maia nggak ada tuh yang jadi akademis. Jadi buat saya sih, nggak usah maksain anak-anak untuk jadi akademisi,” jelasnya santai saat berada di studio Penta, Kebun Jeruk, Jakarta Barat , Sabtu (13/06/09). Bahkan Dhani nggak khawatir dengan pendidikan ketiga putranya yang saat ini tengah sibuk dengan karier grub band ‘Lucky Laki’. Karena Dhani berpaham bahwa sekolah itu nggak harus selalu ditempuh di sekolah. Bisa kan dirumah?? Ya salah satunya dengan program ‘Homescholling . Ooo..gitu ya?? lalu kalau sekolah bukan sesuatu yang wajib. Maka yang wajib / utama bagi Dhani itu apa ya?? “Yang paling penting buat mereka adalah senang-senang supaya mereka jadi anak-anak yang sempurna,” tuturnya.


Al, El Dan Dul Terjun Ke Entertain, Maia Telah Restui

20

April

Ketiga anaknya , Al , El dan Dul kini mulai merambah dunia musik lewat band ciptaan sang ayah, Ahmad Dhani. Dan sebagai ibu, gimna kah komentar Maia akan ketiga jagoannya mengikuti jejak ayah & ibunya. “Kalau buat aku pribadi , anak-anak berkarir boleh aja, tapi jangan lupa sekolah,” ujar Maia saat berada di Dome, Pantai Carnaval Ancol, Jakarta Utara, Senin (20/4/2009) dini hari. Kalau pun mereka ketiga-tiga memang ada bakat kesana, yamesti kita dukunglah. Atau suatu saat mereka ingin ikuti jejak ayah dan ibunya, itu nggak masalah sam sekali.


Sekali Manggung, Al, El & Dul Minta Bayaran 50 Juta

12

April

Wow…keren?? baru saja, album perdana mereka dirilis pada Jumat lalu, eh sekarang sudah minta bayaran tinggi kayak gitu?? mungkin backingannya Ahmad Dhani kali ya?? Ya mana saya tahu. Tapi menurut Dul, putra bungsu dari Ahmad Dhani dan Maia itu punya usulan sendiri. “Kalaupun El minta dibayar Rp10 juta satu orang, sehingga kalau bertiga jadi Rp30 juta. Tapi lain lagi kalau dengan bandnya ya jadi Rp50 juta,”si bungsu, dalam jumpa pers di sela pembuatan klip video lagu Superman di rumah Dhani, kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat lalu (10/4). Namun sang ayah, Ahmad Dhani menambahkan kalau jadwal manggung Lucky Laki harus di hari-hari Sabtu dan Minggu serta tidak disponsori oleh perusahaan rokok. Lantas bayaran begitu besar itu apa sudah sesuai dengan kemampuannya?? “Ini vokal trio, tapi semuanya bisa main band dan semuanya lead vocalist. Kalau manggung, mereka cukup bisa dipertanggungjawabkan, karena dibandingkan dengan anak-anak lain seusia mereka, dalam bermusik mereka di atas rata-rata,” kata Dhani dengan yakin. Oke deh!! Sebagai penoton, tolong periksa kualitas dari ketiga jagoan pentolan Dhani ya??


Al, El & Dul Jadi Musisi Lewat The Lucky Laki

08

April

Duh….siapa ya yang telah ngorbitin ketiga putra Maia Estianty dengan Ahmad Dhani ini?? Ehhmm, paling Dhani sendiri. Beneran begitu?? Memang sang ayah, pentolan Dewa 19, Ahmad Dhani lah yang telah mengorbitkan ketiga jagoan kecilnya ke dalam sebuah band yang bernama “The Lucky Laki” yang rencananya bakal dirilis oleh Dhani pada Jumat (10/4/2009) ini. Dengan single pertama mereka yang dijanjikan bakal penuh dengan kejutan. Lantas apa nggak ganggu sekolahnya?? “Selama anak-anak suka, saya nggak papa-papa.” ujar Dhani. Namun bagi mantan suami Maia Estianty, band ini hanya untuk mengisi waktu luang mereka saja setelah sekolah. Ooo..gitu ya?? tapi sebenarnya, Al , El dan Dul itu hobby-nya apa?? “Mereka sebenarnya cita-citanya mau jadi pemain seoakbola nasional. Cuma kan umur segini belum ada fasilitasnya untuk ke sana, makanya mereka ngeband dulu,” jelasnya saat berada di Stuio Palem, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2009) malam. Dan andaikan suatu saat Al, El dan Dul jadi pemain sepak bola beneran gimana ya?? karier Dhani gimana?? Kata Dhani, ia bakalan rela meninggalkan karirnya di Indonesia demi mengikuti anak-anaknya belajar sepakbola di Inggris atau Belanda. Namun berhubung, fasilitas jadi pemain sepak bola di usia mereka belum ada. Ya terpaksa , mereka ngeband dulu.