Setelah menjalani masa hukuman 5 bulan di rutan pondok bambu, Sheila mengerti apa arti kebahagiaan dan arti kebebasan yang sebenarnya. Selama berada di dalam penjara Sheila belajar untuk mengendalikan semua emosinya. Ia belajar untuk menentukan sikap mana yang benar dan mana yang salah, sehingga ia tidak jatuh dalam lobang yang sama.

Dengan kebebasannya ini ia merasa sangat bahagia karena ia bisa lebih fokus memikirkan sang anak. Ia menjadi lebih merasa lepas dari beban yang selama ini ia tanggung. Ia masih belum mau memikirkan tentang pekerjaan, ia hanya mau memikirkan kelahiran sang anak. Hal ini karena ia menganggap bahwa hal itu lah yang terpenting baginya.